Pedoman Teknis Batik Mangrove Lampung Selatan (BANGROVEUTAN)

  1. Inisiator : Dinas Perikanan Kabupaten Lampung Selatan
  2. Bentuk Inovasi : Inovasi bentuk lainnya sesuai Bidang Urusan Pemerintah yang menjadi Kewenangan Daerah
  3. Rancang Bangun : Pemanfaatan mangrove sebagai pewarna alami disamping memberikan nuansa warna alami dan motif yang indah, juga dapat mengurangi pencemaran lingkungan yang menjadikan masalah besar bagi lingkungan sekitarnya. Pemanfaatan mangrove sebagai pewarna alami juga berperan dalam eksploitasi ekosistem mangrove tanpa harus merusak. Hal ini dikarenakan bagian mangrove yang dimanfaatkan sebagai pewarna adalah limbah atau bagian tanaman yang sudah tidak terpakai. Buah mangrove dari yang telah mengering, bisa menghasilkan warna cokelat, cokelat muda, tua, hitam, hingga merah muda. Selain ramah lingkungan, bahan bakunya terbilang murah.
  4. Tujuan Inovasi : Tujuan diciptakannya inovasi Batik Mangrove Lampung Selatan (BANGROVEUTAN) ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah pewarna alami berbahan baku mangrove dan memberikan keterampilan tentang diversifikasi batik mangrove bagi masyarakat sekitar pesisir.
  5. Manfaat Inovasi : Dengan adanya inovasi Batik Mangrove Lampung Selatan (BANGROVEUTAN) ini, maka terdapat beberapa manfaat yang diperoleh, yaitu Mendorong adanya peningkatan ekonomi masyarakat dengan meningkatkan sumberdaya manusia, mendukung upaya pengelolaan sumber daya pesisir dan laut yang berkelanjutan guna meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mengatasi dampak pencemaran lingkungan dari limbah mangrove.

Berikut Pedoman Teknis Inovasi dapat diunduh pada file berikut ini :